MEMBANGUN STRATEGI Model Pengembangan Kolaborasi Public Private People Partnership (P4) Forum CSR Tangerang

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab sosial sebagai salah satu perwujudan etika dalam membangun kinerja jangka panjang.  Perusahaan memiliki kewajiban untuk melaksanakan praktik bisnis yang baik, benar, adil serta taat pada hukum yang berlaku. Peran perusahaan dalam masyarakat saat ini telah mulai ditingkatkan, yakni dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah sosial.

Upaya CSR dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha agar lebih etis dalam menjalankan kegiatan perusahaannya agar tidak memiliki pengaruh dan dampak buruk pada masyarakat  dan lingkungan. Tanggung jawab sosial dan lingkungan korporasi atau CSR telah menjadi pemikiran para pembuat kebijakan sejak lama, CSR bukan merupakan hal yang baru diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Sejumlah peraturan perundang-undangan, termasuk yang bersifat sektoral, telah mengatur mengenai CSR tersebut. Konsep CSR yang terdapat dalam UU Perseroan Terbatas juga mencakup lingkungan. Jadi, secara resmi, UU ini menggunakan istilah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). UU ini mengatur kewajiban bagi perseroan yang berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Beberapa inisiasi membentuk forum CSR banyak dilakukan oleh beberapa lembaga, sebut saja di bawah Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana, CSR juga menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan PRB, walaupun dalam praktiknya  jauh lebih banyak membantu dan mendukung saat terjadi bencana.  Ada juga  Indonesia Bisnis Link (IBL) yang banyak di moderasi oleh Unilever Peduli dan kegiatannya lebih fokus untuk community development.

Ada banyak penelitian-penelitian tentang peran CSR, terutama terkait dengan sustainable development goals, bagaimana CSR pun memiliki peran memperbaiki masyarakat sekitar dan juga memberikan dorongan pembangunan berkelanjutan di wilayah tempat mereka bekerja. 

Salah satu riset yang dilakukan oleh Skala adalah soal peran lembaga usaha untuk isu bencana, penelitian dilakukan tahun 2018. Pentahelix yang kemudian diperkenalkan dan sampai saat ini mulai popular, dengan menyebutkan bahwa

Habitat dan Konteks Proyek

Habitat Indonesia sudah bekerja di Mauk sejak 2012 dan juga sudah memfasilitasi pembangunan  atau perbaikan 883 rumah dan mendukung peningkatan infrastruktur yang menguntungkan 1.200 rumah tangga.

Bahkan dengan upaya terus-menerus dari Habitat Indonesia, kebutuhan akan perumahan yang layak tetap masih sangat tinggi. Selain itu, Pemkab Tangerang juga berinisiatif untuk membentuk forum yang disebut Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Tangerang pada April 2018 untuk mendukung termasuk program pemerintah dalam penyediaan perumahan yang layak namun belum berjalan secara optimal. Untuk ini Pasalnya, diperlukan strategi yang dapat meningkatkan kerjasama para pemangku kepentingan untuk mendukung penyediaan perumahan dan menjamin keberlanjutan program.

Di wilayah Kabupaten Tangerang terdapat fasilitas atau forum bagi pihak swasta untuk mengoptimalkan keterlibatan mereka dalam program-program pemerintah. Forum tersebut merupakan Forum CSR yang didukung oleh Pemerintah melalui Tim Pendamping untuk pelaksanaan corporate social and tanggung jawab lingkungan di Kabupaten Tangerang. Tim ini diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, dan terdiri dari berbagai instansi dan perwakilan perusahaan di daerah Tangerang.

Tujuan penguatan Forum CSR ini adalah untuk menyatukan berbagai kepentingan dan menyelaraskan/mensinergikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, sehingga tidak ada tumpang tindih dan semakin memperkuat kerjasama dan keterlibatan sektor swasta dalam program pemerintahan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendukung dan memperkuat Forum CSR adalah dengan meningkatkan kapasitas dan pengetahuan Forum CSR. Hal ini diharapkan dapat mendorong Forum CSR yang ada, terdiri dari sektor swasta, untuk terlibat dalam keberlanjutan program penyediaan perumahan dan mendukung kebijakan pemerintah. Melalui program P4 (Public-People-Private Partnership).

Untuk meningkatkan kapasitas inilah, maka Yayasan Skala Indonesia bersama dengan Habitat for Humanity melakukan sebuah riset yang dapat memetakan berbagai persoalan, memetakan aktor, survei dasar, melakukan lokakarya, pelatihan untuk meningkatkan kemitraan serta mengembangkan strategi pelibatan para pemangku kepentingan khususbya untuk Forum CSR Kabupaten Tangerang. 

Riset yang akan berlangsung pada 1 Juli 2022 hingga 8 Oktober 2022 ini, bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai operasional Forum CSR Tangerang (5W+1H), mapping dan segmentasi CSR Perusahaan, menganalisis efektivitas forum, menemukan strategi untuk memperkuat forum, mengembangankan strategi keterlibatan CSR, mengembangkan modul pelatihan untuk anggota forum, mengembangkan bisnis model PPPP.

Output penelitian ini membangun strategi model  pengembangan kolaborasi public private people  partnership (P4) Forum CSR Tangerang adalah :

a. Hasil Penelitian dan memberikan rekomendasi tentang :

  • Evaluasi dan menilai kebutuhan dan kemauan perusahaan dalam program CSR, preferensi, dan kapasitas daerah sasaran.
  • Adanya segmentasi CSR Perusahaan berdasarkan ukuran perusahaan dan besar kecilnya pekerjaan CSR yang telah dilakukan.
  • Adanya penilaian tentang kepuasan Anggota dan Pemerintah (Bappeda/Badan Perencanaan Pembangunan)  serta harapan terhadap fungsi Forum CSR saat ini dan harapan di masa depan.
  • Adanya penilaian tentang kesadaran korporat sekitar tentang keberadaan Forum CSR Tangerang.
  • Menilai tingkat kepuasan pemerintah daerah terhadap fungsi Forum yang ada dan apa yang perlu dikembangkan.

b. Peningkatan kapasitas

  • Terselenggaranya workshop tentang  peran dan Keterlibatan Forum CSR.
  • Menyusun modul pelatihan dan memberikan pelatihan penguatan peran Forum CSR secara baik.
  • Adanya kesepakatan kemitraan dengan pemerintah, masyarakat, dan LSM.
  • Mengembangkan metode monitoring dan evaluasi pelaksanaan Forum CSR program.

c. Kembangkan Strategi  Keterlibatan Pemangku Kepentingan

  • Tersedianya dokumen strategi pengemangan keterlibatan pemangku kepentingan. (DM)