Bogor – Ketahanan masyarakat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur atau bantuan saat terjadi bencana. Ketangguhan juga tumbuh dari kebiasaan saling percaya, saling membantu, dan mengelola sumber daya secara mandiri. Prinsip inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Saving & Internal Lending Communities (SILC), sebuah pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang didampingi oleh Yayasan Skala Indonesia melalui Program Komunitas Perkotaan untuk Aksi Tangguh (STRONG).
SILC merupakan kelompok tabungan dan pinjaman internal yang dikelola langsung oleh para anggotanya. Dalam setiap kelompok yang beranggotakan sekitar 15–30 orang, anggota secara rutin menyisihkan tabungan, membangun dana sosial, serta menyediakan akses pinjaman bagi anggota yang membutuhkan, baik untuk kebutuhan mendesak maupun pengembangan usaha produktif.
Pendekatan ini tidak hanya memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan sederhana, tetapi juga menumbuhkan budaya disiplin, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bersama. Seluruh proses, mulai dari pencatatan tabungan, pemberian pinjaman, hingga pembagian hasil pada akhir siklus, dilakukan melalui mekanisme yang disepakati dan dijalankan secara kolektif oleh anggota kelompok.

Melalui pendampingan yang dilakukan Skala Indonesia, SILC berkembang menjadi lebih dari sekadar kelompok simpan pinjam. Kelompok ini menjadi ruang belajar bersama, memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kapasitas kepemimpinan masyarakat, serta memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas.
Di wilayah dampingan Program KUAT, Kelurahan Nanggewer dan Kelurahan Pondok Rajeg, Cibinong District, Bogor Regency, telah terbentuk delapan kelompok SILC yang melibatkan ratusan anggota aktif dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pekerja informal, dan pelaku usaha mikro. Dana yang dikelola secara mandiri terus berkembang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif maupun dana darurat, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mempererat kohesi sosial masyarakat.

Bagi Yayasan Skala Indonesia, pembangunan masyarakat yang tangguh tidak hanya berbicara tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat mengelola risiko ekonomi melalui mekanisme yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan visi organisasi untuk membangun masyarakat yang tangguh melalui kemitraan dan pemberdayaan, SILC menjadi salah satu praktik nyata yang menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat komunitas.
Melalui semangat gotong royong, setiap rupiah yang ditabung bukan sekadar menjadi simpanan, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat rasa saling percaya, memperluas kesempatan, dan membangun masa depan yang lebih tangguh bagi masyarakat.
“Dana kecil hari ini, perlindungan besar untuk masa depan.” (DM)






